Akhir-akhir ini Indonesia terus diguyur hujan mulai pagi, siang, sore, malam bahkan sering pula terjadi seharian (full-rainy). Tentu saja di musim penghujan seperti ini selalu membawa berkah bagi para petani, tetapi berbeda dengan warga Jakarta, Bandung, Sulawesi, dsb. Akibat terus diguyur hujan, banyak kota-kota di Indonesia yang mengalami kebanjiran yang berdampak besar besar sekali terhadap perekonomian Indonesia karena lumpuhnya semua aktivitas-aktivitas transportasi, listrik, dan aktivitas-aktivitas warga juga terganggu, serta terganggunya kesehatan warga yang tertimpa musibah banjir. Yang saya tidak habis piker adalah kotaBandung yang juga ikut-ikutan selalu banjir saat musin hujan sama seperti kotaJakarta. Kita semua tahu bahwa kotaBandung jelas salah satu kota di Indonesia yang berada di ketinggian ……km dari permukaan laut, tapi tetap saja sering mengalami kebanjiran. Kita dapat mengambil kesimpulan “Apa saja yang telah pemerintah kerjakan selama ini? Bagaimana dengan nasib kota-kota lain di Indonesia yang berada didaratan rendah, yang hanya beberapa meter dari permukaan laut, dimana yang kita lihat kota bandung saja kebanjiran?”
Cara penanggulangannya:
Sudah lama sekali saya selalu memikirkan cara untuk menanggulangi kebanjiran yang sering terjadi di Jakarta. Awalnya ide ini terlintas saat saya melihat banyak orang membuang sampah seenaknya di Sungai Ciliwung, tiba-tiba saja saya juga ingat Negara-negara maju yang menggunakan sistem pembuangan air yang berada di bawah jalan, lalu ide ini muncul “Kenapa pemerintah tidak membangun jalan tepat diatas Sungai Ciliwung?” dengan ditutupnya permukaan Sungai Ciliwung dengan jalan maka tidak ada celah untuk orang yang tidak bertanggungjawab membuang sampahnya kesungai, selain itu juga jalan-jalan di Jakarta menjadi lebih lebar, namun saya sadari ide ini tidak semudah memikirkannya, karena belum tumbuhnya kedisiplinan warga di Indonesia mengenai lingkungannya sendiri serta sulitnya membenahi sampah-sampah yang sudah terlalu banyak yang ada sebelumnya di Sungai Ciliwung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar